Surga adalah tempat yang disediakan Allah bagi hamba-hamba yang
dicintai dan taat kepada-Nya. Di dalamnya penuh dengan kesenangan dan
kenikmatan tanpa ada yang dapat mengurangi dan mengusik kesuciaannya.
Kenikmatan Surga bersifat kekal. Belum pernah dilihat oleh mata, belum
pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam pikiran
seorang pun manusia.
Neraka adalah tempat tinggal yang disediakan Allah untuk orang-orang
yang tidak beriman kepada-Nya, yaitu mereka yang menentang
aturan-aturan-Nya, dan tidak mempercayai para rasul-Nya. Di dalamnya
terdapat siksaan yang paling hina sebagai hukuman bagi musuh-musuh-Nya.
Surga dan neraka telah diciptakan oleh Allah Ta’ala. Keberadaan
keduanya tidak akan pernah berakhir. Allah Ta’ala menciptakan surga dan
neraka sebelum menciptakan yang lain, sekaligus menciptakan penduduk di
dalamnya. Demikianlah yang dikatakan oleh Imam Ath-Thahawi dalam kitabnya yang berjudul Al ‘Aqidah At Thahawiyah.
Ibnu Abdil Izz Al Hanafi memberi komentar keterangan di
atas, ia mengatakan ‘mengenai pernyataannya bahwa Allah Ta’ala telah
menciptakan Surga dan Neraka, Ahlussunnah sependapat bahwa Surga dan Neraka memang telah diciptakan dan sudah ada sekarang.’
Al Qur’an telah mengabadikan keberadaan Surga di beberapa surat. Di antaranya Surat Ali Imran ayat 133:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada Surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang
yang bertaqwa.” (QS. Ali Imran: 133)
Surat An Najm ayat 13-15:
“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya
yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha, di
dekatnya ada Surga tempat tinggal.” (QS. An Najm: 13-15)
Imam Muslim meriwayatkan dari 'Aisyah ra, telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah
Saw. Aisyah memberi kabar bahwa Rasulullah
Saw bersabda:
”Ketika Aku berdiri di sini aku
melihat semua yang dijanjikan kepadamu. Aku bahkan melihatku sendiri
memetik beberapa buah di Surga, ketika engkau melihat aku melangkah ke
depan. Dan aku melihat api neraka, beberapa bagiannya memakan
bagian-bagian yang lain, ketika engkau melihat aku melangkah ke
belakang.” (HR Muslim)
Imam al Bukhari menyediakan bab khusus dalam Shahih-nya
mengenai hadits-hadits yang menggambarkan tentang Surga dan tentang telah diciptakannya Surga. Beliau mengutip banyak hadits yang menunjukkan bahwa Surga telah
diciptakan. Di antaranya adalah hadits yang menyatakan bahwa pada saat
mayit dimasukkan ke dalam kubur, Allah Ta’ala memperlihatkan kepada mayit
itu tempatnya di Surga atau di Neraka. Ada lagi hadits bahwa Nabi Saw
melihat tempat Umar bin Khaththab di Surga.
Seputar Penghuni Surga Dan Neraka
Sebagaimana yang kita telah ketahui bersama bahwa Surga dan Neraka telah diciptakan, lalu siapa penghuninya saat ini?
Rasulullah Saw banyak menceritakan tentang
para penghuni Surga atau Neraka, baik ketika melaksanakan Mi’raj maupun
ketika bermimpi atau dari mimpi para sahabat yang dibenarkannya.
Imam al Bukhari meriwayatkan dari Asma’ bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Surga berada begitu dekat denganku
sehingga jika aku mau, aku dapat memetik beberapa buahnya. Neraka juga
didekatkan sekali kepadaku sehingga aku berkata, ‘Ya Allah, bahkan aku
masih bersama mereka, aku melihat seorang dari mereka sedang dicakar
oleh seekor kucing, dan aku bertanya mengapa ini (terjadi)?' Mereka mengatakan
kepadaku, ia menyekap kucing tersebut sampai mati kelaparan, ia tidak
memberinya makan, atau melepaskannya supaya kucing tersebut dapat
memakan tikus-tikus yang berkeliaraan di muka bumi.” (HR Al Bukhari)
Dalam hadits yang lain ditambahkan:
"Aku juga melihat Abu Thumamah,
Umar bin Malik yang sedang ditarik batang tenggorokannya di dalam Neraka.”
Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw melihat Amir bin Amir Al Khuja’i dikeluarkan isi
perutnya di dalam Neraka.
Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi
Saw telah bersabda dalam khutbahnya ketika
gernaha matahari:
“Aku melihat neraka, dan aku melihat sebagian isinya
adalah wanita.” (HR Al Bukhari dan Muslim)
Mengenai Surga, Rasulullah Saw menceritakan
dalam hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dari Usamah bin
Zaid:
“Aku berdiri di depan pintu Surga dan melihat bahwa sebagian besar
dari orang-orang yang masuk Surga adalah orang-orang miskin dan papa,
sedangkan yang kaya tertahan, sementara penduduk Neraka diperintahkan
untuk dibawa ke dalam Neraka.” (HR Al Bukhari)
Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Abu Hurairah
bahwa Nabi Saw bersabda:
“Telah diperlihatkan
kepadaku tiga orang pertama yang akan masuk Surga: seorang mati syahid,
seorang yang beramal shalih, dan seorang budak yang menyembah Allah
dengan penuh keyakinan dan pengabdian serta tulus dan setia kepada
tuannya.” (HR Tirmidzi)
Rasulullah Saw juga menyebut bahwa beliau
melihat beberapa sahabat di dalam Surga, di antaranya sahabat Ja’far bin
Abdil Muthalib, Hamzah bin Abdul Muthalib, Zaid bin Haritsah, Zaid bin
Amir bin Nufail, Haritsah bin An Nu’man, dan Bilal bin Rabah.
Orang-orang yang Masuk Surga Sebelum Hari Kiamat
Ada beberapa orang atau golongan yang masuk Surga sbelum datangnya hari Kiamat, yaitu:
1. Nabi Adam As
Manusia pertama yang masuk Surga adalah bapak umat manusia, Adam as
dalilnya QS. Albaqarah: 35, tetapi Adam melanggar perintah Allah Ta’ala dengan
memakan buah dari pohon yang telah dilarang, lalu Allah mengirim Adam
dari Surga ke dunia yang penuh penderitaan dan kekurangan. Tentang masalah Surga yang ditempati Nabi Adam ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama; apakah Surga itu sama dengan Surga yang menjadi tempat hamba-hamba Allah yang shaleh setelah hari Kiamat atau berbeda. Insya Allah pada bagian lain di blog ini akan dibahas tentang hal itu.
Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah, telah terjadi gerhana
matahari pada zaman Rasulullah Saw. 'Aisyah
memberi kabar bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Ketika aku berdiri di sini aku melihat semua yang dijanjikan
kepadamu. Aku bahkan melihatku sendiri memetik beberapa buah di Surga,
ketika engkau melihat aku melangkah ke depan. Dan aku melihat api Neraka, beberapa bagiannya mamakan bagian-bagian yang lain, ketika
engkau melihat aku melangkah kebelakang.” (HR Muslim)
3. Para Syuhada
Di antara orang yang akan masuk Surga sebelum hari Kiamat adalah para
syuhada fi sabilillah. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Masruk bertanya
kepada Abdullah bin Mas’ud tentang ayat 169 dari Surat Ali Imran, Ia
berkata kami juga menanyakan hal itu, dan Nabi Saw:
“Arwah mereka berada dalam perut burung burung berwarna
hijau dan mereka mempunyai cahaya yang datang dari Arsy. Mereka
berkeliaraan di Surga ke mana saja mereka inginkan, kemudian mereka
mencari perlindungan di bawah cahaya itu. Rabb mereka akan datang secara
tiba tiba kepada mereka lalu bertanya, "Apakah kalian menginginkan
sesuatu?" Mereka menjawab, "Apalagi yang kami inginkan, sementara kami
dapat pergi ke mana saja yang kami inginkan di Surga’, Allah Ta’ala akan
datang dan menanyakan hal tersebut tiga kali. Ketika mereka sadar bahwa
mereka tidak diijinkan menjawab tidak, lalu mereka berkata, "Ya Rabb,
bisakah kami dikembalikan lagi ke tubuh tubuh kami dan dibunuh sekali
lagi di jalanmu?" Ketika Allah Ta’ala mengetahui bahwa mereka tidak
mempunyai keinginan atau keperluan apa-apa lagi, maka Allah Ta’ala
membiarkan saja mereka.”
Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Apabila seseorang meninggal akan diperlihatkan tempatnya pada pagi dan sore hari. Jika ia calon penghuni Surga ia akan menjadi penghuni Surga, jika ia calon penghuni Neraka ia akan menjadi penghuni Neraka, lalu dikatakan kepadanya inilah tempatmu sekarang, sampai Allah Ta’ala memasukkanmu kedalamnya pada hari kiamat nanti." (HR Muslim)
"Apabila seseorang meninggal akan diperlihatkan tempatnya pada pagi dan sore hari. Jika ia calon penghuni Surga ia akan menjadi penghuni Surga, jika ia calon penghuni Neraka ia akan menjadi penghuni Neraka, lalu dikatakan kepadanya inilah tempatmu sekarang, sampai Allah Ta’ala memasukkanmu kedalamnya pada hari kiamat nanti." (HR Muslim)
Sebagai bahasan terakhir, pernyataan Imam Nawawi di dalam Syarh Sahih Muslim di bawah ini perlu diperhatikan:
"Orang-orang yang dikabarkan berada di dalam Surga bukan berarti ia
sudah berada di Surga, hal itu adalah sebagai kabar gembira bagi para
sahabat dengan kesaksian Rasulullah Saw, baik
di dalam mimpinya maupun ketika Mi’raj. Apabila penghuni Surga sudah ada
sebelum Rasulullah Saw, berarti bertentangan
dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah
Saw bersabda, "Aku datang ke pintu Surga dan
meminta supaya pintu itu dibuka. Penjaga Surga bertanya, "Siapakah
engkau?" Aku berkata, "Muhammad." Penjaga surga berkata lagi, "Aku
diperintah untuk tidak membuka pintu ini bagi siapa saja sebelum
engkau." Beberapa sahabat yang dikabarkan masuk Surga mereka masih hidup dan
mustahil mereka ketika itu berada di dalam Surga. Al Kirmani berkata, "Seseorang tidak akan masuk Surga kecuali setelah ia mati."
Kesimpulan
1. Bahwasannya Rasulullah adalah orang yang perttama kali masuk Surga dan tidak ada orang yang mendahuluinya.
2. Orang-orang yang dikabarkan di dalam Surga atau di Neraka adalah wahyu sebagai kabar gembira atau peringatan.
3. Para syuhada akan diizinkan mengunjungi Surga, sebagai keutaman
bagi mereka, namun mereka belum menikmati Surga dengan badannya.
Referensi:
- Syarah Aqidah Thahawiyah, Muhamad ibnu Abdil Izz, Darul ‘Alam Alkutub, cet ketiga, 1418 H / 1997 M.
- Fathul Bary, Ibnu Hajar Asqallani, jilid 2, Darul Kutub Ilmiyah, cet pertama 1410 H / 1989 M.
- Surga dan Neraka, Sulaiman Al Asqor, Serambi Ilmu Semesta, cet kesatu, 1421 H / 2000 M.
- Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi.
0 komentar :
Posting Komentar